Natal di Belitung

Dua orang petugas bersiap di masing-masing sisi tangga. Menyerahkan payung kepada setiap penumpang. Hujan mendera tanpa ampun sejak pesawat yang saya tumpangi meninggalkan bandar udara Soekarno-Hatta dan tidak reda hingga mendarat di Belitung.

Tidak ada yang mampu mengalahkan kebahagian seorang ‘turis’ yang merindukan jalan-jalan. Tidak pula hujan lebat. Derap langkah saya semakin cepat mendekati ruang tunggu, lanjut ke pintu keluar bandar udara. Tempat seorang pemandu perjalanan telah menunggu.

Di sepanjang jalan menuju tengah kota, pemandu menjelaskan sejarah Belitung, sementara saya terpaku memperhatikan kondisi diluar sana. Saat itu sudah mendekati pukul sembilan pagi, tapi mobil yang saya tumpangi nyaris menjadi satu-satunya kendaraan yang berada di jalanan. Bukan hanya ketiadaan kendaraan, rumah-rumah penduduk pun tidak memperlihatkan kehidupan yang berarti.

“Apakah Belitung di pagi hari memang seperti ini?”

“Kebanyakan yang punya toko di Belitung adalah warga beretnis Tionghoa, sekarang hari Natal, jadi kebanyakan masih pada tutup. Lagi pula hujan deras seperti ini…” jelasnya.

Saya kembali menatap bulir-bulir hujan yang menghujam kaca jendela mobil. Untuk sebuah pulau yang tidak memilik area pegunungan, hujan di belitung benar-benar dipengaruhi arah angin. Sepanjang angin laut mengarah ke Belitung, sepanjang itu pulalah Belitung akan dihujani.

Mendekati siang, meski hujan kadang berhenti kemudian turun lagi, jumlah orang yang saya temui di tempat-tempat wisata pun tidak memperlihatkan jumlah yang signifikan. Dan berlanjut hingga malam hari. Ketika saya menikmati sajian Seafood di salah satu restoran yang bersisian dengan Pantai Tanung Pendam, hanya 2-3 meja yang dihuji pengunjung.

Natal di Belitung justru lebih mirip nyepi ya?

Berbicara tentang nyepi, saya masih menyimpan keinginan untuk merasakan Nyepi di Bali. Larut dalam keheningan fisik, agar dapat mendengar keributan di dalam diri sendiri.

Saya tidak tau, apakah ini memang suasana natal ala belitung atau ini adalah suasana natal ala hujan lebat di Belitung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s