Unfinished Yet

Manusia menitipkan ingatan pada benda, pada tempat, dan pada waktu.

Itulah mengapa matahari yang sama, tenggelam di tempat yang sama, menyesapi pemujanya dengan cara yang berbeda.

Gadis berambut panjang tersenyum hangat karena matahari telah mengingatkannya pada kekasih yang saban hari mengiriminya foto senja.

Anak laki-laki kumal gemetar, semakin sedikit wajah matahari yang tersisa semakin hatinya kelu. Ia harus bergegas pulang, meski tidak lagi ada Ibu yang menyambutnya.

Anjing hitam melolong panjang, menyampaikan rindu kepada tuannya yang dipinjam lautan. Namun, tidak pernah dikembalikan.

Bahkan anjing sekalipun punya ingatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s