Virgin Half Marathon

Awalnya gw ingin merunut bagaimana kisah awalnya gw berlari hingga akhirnya mengikuti half marathon (HM) pada Jakarta Marathon 2016. Sayangnya, euforia HM kemarin tidak sanggup gw bendung, maka ijinkanlah gw meloncati perjalanan panjang sebelum hari kemarin.


Kilometer 0

Gw masih di parkiran monas ketika pistol angin ditembakan udara. Ini kali pertama gw terlambat dalam acara lari yang pernah gw ikuti dan kali ini gw mencoba jarak yang belum pernah gw tempuh sebelumnya. Dua Puluh Satu Kilometer.

Tidak sempat pemanasan, tidak sempat berdoa, gw harus ngebut mengejar ratusan pelari lainnya yang sudah melintasi garis start.

Gw sedang tidak mengejar podium juara – itu terlalu jauh- gw hanya berusaha untuk sampai di garis finish sebelum cut of time – 3 jam-. Dengan memulai tepat waktu sekalipun, kemungkinan gw untuk mencapai target tersebut hanya 60%, apalagi kalau telat?Gw bisa mencapai km 10 dengan catatan waktu 1.15 namun gw tidak yakin bisa berlari dengan kecepatan yang sama setelahnya.

Kilometer 3

Gw tidak pernah lari diatas pukul delapan. Alasannya adalah matahari Jakarta diatas pukul 8, sudah mulai terik. Dengan perkiraan start pukul set 6, gw akan mendekati garis finish pada pukul 9 pagi. Setelah berlari berkilo-kilo meter, sengatan matahari jelas bukan kawan baik. Maka dalam race kali ini, gw bersiap dengan sebuah topi.

Sayangnya, hari itu Jakarta justru menyuguhkan hujan. Gw tidak siap. Gw sempat melipir ke salah satu pos polisi di pinggir jalan karna ponsel di lengan kiri gw tidak dilengkapi benda-benda kedap air.

Pada kilometer selanjutnya gw berterima kasih kepada Jakarta yang mendung. Lebih baik mendung daripada cerah.

Kilometer 4-10

Tidak banyak yang bisa diceritakan di rentang kilometer ini, kecuali ketika gw menapaki langkah pertama setelah penanda KM 10. KM asing karena sebelumnya gw hanya berlari dengan jarak kecil sama dengan 10 KM.

Kilometer 11-14

Gw berusaha sebisa mungkin tetap berlari, meski dengan ayunan kaki super pendek. Menyaksikan beberapa pelari yang berhenti di pinggir jalan, melumuri atau memasang koyo semakin membuat langkah gw melambat. Gw tidak ingin cedera. Apalagi menyaksikan beberapa peserta yang sedang ditangani tim medis, pertanyaan “apakah gw harus berhenti di km 15 atau melanjutkan hingga km 21” semakin sering muncul.

KM 15 – 19

Terinspirasi oleh seorang peserta yang melakukan peregangan otot, gw pun memilih menyingkir dari jalur. Melakukan peregangan ulang di KM 15. Terutama telapak kaki kiri gw yang terasa lebih tegang. Dengan bantuan tiang listrik, gw berusaha meluruskan telapak kaki, membuat sudut 45 derajat antara telapak kaki dengan betis, merasakan otot-otot yang kelelahan tadi dilenturkan ulang. Setelahnya, gw bisa berlari kembali dengan kecepatan yang lebih baik dari sebelumnya.

Di kilometer setelah 15, gw beberapa kali melakukan peregangan. Terutama setiap kali merasakan otot di kaki kiri gw semakin tengang.

KM 20

Tenaga gw bisa dibilang sudah mendekati titik nol, ketika akhirnya lepas dari KM 19. Namun keberadaan komunitas-komunitas lari di sepanjang KM 20 memberikan suntikan semangat baru. Mereka yang tidak gw kenal, memberikan teriakan-teriakan penambah semangat. Gw yang sejak KM nol berlari sendirian, mendadak merasa punya banyak teman. Apalagi ketika beberapa wajah yang memberikan semangat adalah orang-orang yang gw ketahui.

KM 21

Sepanjang kilometer terakhir, gw semakin sering berbincang dengan kaki gw. Gw menyampaikan betapa gw mencintai mereka, menyemangati mereka pada langkah-langkah terakhir mendekati garis finish, berterima kasih karena mereka menemani sepanjang jarak 21 km yang sebelumnya seolah tidak tertakhlukan.

Ketika akhirnya sampai di garis finish gw kaget. Belum pernah gw menyaksikan garis finish sesepi ini. Kemana perginya orang-orang yang biasa memberikan teriakan kemenangan dari sisi gapura start & finish? Oh ya, mereka pindah ke KM 20.

Euforia kemenangan membuncah ketika akhirnya gw mematikan aplikasi penghitung jarak di ponsel gw. 3 jam 18 menit. Catatan waktu yang punya banyak peluang untuk dikalahkan pada HM-HM selanjutnya. 18 menit terlewat dari target gw.

Gw semakin kaget ketika seseorang menyerahkan medali. Ternyata gw salah berhitung, cut of time untuk HM adalah 4 jam.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s