Sejak Kapan lo Lari (Part 2)

“Sejak kapan lo lari?”

Walaupun di cerita sebelumnya, gw menjawab pada waktu kuliah, sejujurnya niat kuat untuk berlari baru muncul pada pertengahan tahun 2015. Setelah gw menyelesaikan e-book berjudul What I Talk When I Talk About Running karya Haruki Murakami.

Dalam buku tersebut Murakami-san menjelaskan bagaimana ia tiba-tiba ingin menjadi penulis. Pada waktu yang nyaris bersamaan, ia juga mendadak ingin berlari.

Menariknya, bagaimana Murakami-san berlari adalah refleksi dari bagaiman ia menulis.

Contoh :

Murakami-san menyebut dirinya pelari yang lama panas. Otot-ototnya lama untuk mencapai kondisi ‘panas’ namun ketika sudah ‘panas’ ia merasa bisa berlari sejauh mungkin. Itulah mengapa Murakami-san lebih menyukai maraton dibandingkan sprint.

Dalam menulis pun begitu. Murakami-san lama ‘panas’. Setelah ‘panas’ ia bisa menulis tanpa banyak usaha.

Ketika itu, gw yang lebih sering membaca tips menulis dibandingkan dengan menulis itu sendiri mendadak berfikir,

“Mungkin gw harus mulai berlari, supaya mengetahui gw penulis seperti apa”

Setahun berlalu, gw paham, gw penulis seperti apa. Gw adalah penulis malas yang sering menyerah di awal-awal bab. Lihat saja bagaimana gw berlari. Gw berhenti di kilometer 3 padahal tencananya 5 kilometer. Lihat bagaimana gw memutuskan tidak jadi berlari karena dekapan selimut di pagi hari.

Ternyata,gw pelari  sekaligus penulis malas.

Kembali ke buku Murakami-San. Beberapa bulan yang lalu, Bentang Pustaka akhirnya menerbitkan versi terjemahan What I Talk When I Talk About  Running. Tentu saja gw beli dengan hati riang karna versi e-book yang gw baca sebenarnya adalah bajakan (maaf Murakami-san).

Berselang satu tahun lamanya (dari pertama kali membaca buku yabg sama), ternyata gw masih mengingat point of view pelari dari sudut penulis dan point of view penulis dari sudut pandang pelari ala Murakami. Menunjukan bagaimana buku ini cukup berarti  buat gw.

Jika gw mendadak ingin berlari dengan ‘agak serius’ setelah menyelesaikan versi e-book, kali ini (setelah menyelesaikan versi cetak dan terjemahan) gw terfikir untuk mengikuti ide Murakami-san.

Gw ingin berlari marathon dari Athena ke Marathon, tempat jalur asli lari marathon berada.

Kapan?

Hmm Marathon kan lebih kurang 42k ya, lucu juga kalau lari 42k di usia 42 hahaha

Gila.

Diusia semuda ini aja, gw lari 10K aja ngomel2 gimana lari 42K di usia 42?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s