[Movie] Eye In The Sky

Don’t tell a soldier the cost of the war

Film ini dibuka dengan  Gadis Kecil bermain hula hoop. Permainan tersebut  terhenti ketika ia harus menjajakan roti buatan ibunya di sebuah pertigaan. Sebuah pembuka yang membuat saya terus menerus bertanya apa peran gadis kecil ini kelak. Ia seperti pihak luar diantara kelompok militan dan kelompok militer.

Sebuah kelompok militan baru saja merekrut dua orang remaja yang ditenggarai sebagai pelaku bom bunuh diri. Sementara itu kelompok militer ingin menangkap salah seorang buronan kelas kakap, yang tak lain adalah istri dari kelompok militan yang bersangkutan.

Misi penangkapan ini dimulai dengan mengintai 2 remaja tadi. Berawal dari penjemputan di bandara, hingga pertemuan singkat di sebuah rumah yang dijadikan persinggahan pertama. Selanjutnya, 2 remaja terebut bersama seorang wanita lain {kemungkinan adalah si buronan] diangkut menuju rumah selanjutnya. Kali ini disebuah pinggiran kota.

Berdasarkan hasil pantauan udara, ternyata rumah Gadis Kecil tepat berada dibelakang rumah kelompok militan. Namun hal ini tidak memberikan dampak apapun terhadap misi penangkapan. Pasalnya daya ledak misil hanya memberikan kerusakan total pada bangunan target, namun tidak berpotensi menyebabkan kehilangan nyawa bagi bangunan disekitarnya.

Perubahan misi dari penangkapan menjadi bunuh ditempat telah disetujui. Misil siap diluncurkan pada hitungan ketiga. Pada saat yang sama, Gadis Kecil keluar dari rumah dan mulai menyusun roti dagangannya. Gadis kecil tepat berada dalam radius ‘menyebabkan kehilangan nyawa’ lontaran misil.

Apa yang harus dilakukan? Jika lepaslandas misil ditunda diperkirakan 80 orang warga sipil akan menjadi korban 2 ledakan bom bunuh diri berkekuatan sedang. Jika misil tetap diluncurkan Gadis akan menjadi pahlawan tak dikenal.

Kalau dilihat dengan menggunakan kacamata matematika, maka mengorbankan 1 demi menyelamatkan 80 adalah pilihan yang tepat. Namun manusia dibekali naluri yang membuat kalkulasi ini menjadi lebih rumit.

Siapa yang akan menjadi Tuhan, yang menentukan Gadis Kecil hidup atau mati?

Kehadiran Gadis Kecil menimbulkan perperangan lain. Bagi dua orang pilot pengintai dari udara, ini adalah pengalaman pertama mereka ‘membunuh’. Membunuh kelompok militan saja masih membuat jiwa keduanya bergetar apalagi membunuh seorang Gadis Kecil yang tidak mengetahui apa-apa.

Bagi pimpinan misi dari kesatuan militer ini adalah satu-satunya kesempatan untuk ‘menangkap’ buronan setelah sekian lama dan kesempatan untuk menhindari lebih banyak korban.

Bagi para mentri, ini adalah pilihan sulit karena keputusan mereka akan menentukan siapa yang akan meregang nyawa dalam 10 menit ke depan.

Eye in the sky memperlihatkan wajah lain dari sebuh perperangan. Rasa kemanusiaan yang seringkali luput dalam aksi-aksi hebat spionase dan taktik jendral perang. Ini lah yang membuat Eye In The Sky layak ditonton.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s