Buku-Buku Yang Dilarang

banned-books-read-what-you-want-low-res

Ketika Buya Hamka, dituduh merencanakan pembunuhan terhadap Soekarno, bukan hanya fisiknya yang dipenjarakan tetapi juga buah pemikirannya. Buku dan tulisan Buya Hamka langsung ditarik dari peredaran. Sebagian yang berhasilkan diselamatkan, diperjual-belikan di bawah tangan, dengan perasaan was-was.

Ketika pemerintahan Soekarno usai, berganti pemerintahan Soeharto, Buya Hamka dibebaskan, karyanya pun kembali wara-wiri. Nasib buruk justru menimpa Pramoedya Ananta Toer, seorang penulis dan jurnalis kiri (kalau nggak salah) pada masa itu.

Pram diasingkan, tulisan dan buku-bukunya pun dilarang beredar.

Sekarang, buku-buku yang sempat dilarang tersebut telah kembali beredar, bahkan beberapa judul diterbitkan ulang. Salah satu penerbit juga menerbitkan seri bapak bangsa. Mereka tidak hanya menerbitkan buku dengan judul Soekarno, Hatta, Sjahrir, tetapi juga Tan Malaka,Muso dan Aidit.Kovernya pun diwarnai sama, tanpa peduli siapa yang kanan dan siapa yang kiri.

Beberapa minggu kita dibuat geger dengan kemunculan seorang mahasiwa dengan kaus oblong bergambar palu arit. Si mahasiswa ditangkap paksa dan beberapa buku yang dianggap kiri pun disita, dijadikan barang bukti. Entah tuduhan apa yang akan ditujukan kepada si mahasiswa ini, yang jelas melihat deretan buku yang disita…. disitu saya merasa sedih.

Saya semakin sedih ketika beberapa instasi pemerintah ikut mendukung usul pemberangusan buku-buku kiri. Rasanya saya ingin memborong buku-buku tersebut dari toko buku, saya satukan dengan Ronggeng Dukuh Paruk, tetralogi pulau buru Pram,  tulisan-tulisan Soe Hoek Gie. Tidak lupa e-book Karen Amstrong, Mein Kampf, Dibalik 1965 diponsel saya pindahkan ke USB. Semuanya saya simpan di ruang bawah tanah (yang tidak saya miliki) hingga mereka tak lagi dianggap ‘berbahaya’.

Sungguh saya tidak paham berpolitik. Tetapi sebagai seseorang yang selalu berakhir di toko buku pada saat ingin berbelanja pakaian, saya sedih sebuah,sekumpulan,setumpuk buku dilarang beredar hanya karena ia tidak sesuai dengan selera baca pemerintah.

Books can be dangereous. The best one should be labeled “This Could Change Your life”

-Helen Exley

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s