[Book] Rencana Besar Oleh Tsugaeda

 

 

Setelah terpikat dengan Sudut Mati, gw berusaha menemukan buku pertama Tsugaeda, Rencana Besar. Sepertinya dari pihak penerbit tidak mencetak ulang Rencana Besar karena tidak satu toko buku offline yang gw datangi masih memiliki  kopi buku ini, tidak pula dengan toko buku online. Hingga pada suatu siang yang beruntung di bazaar IBF, gw menemukan 2 kopi dalam kondisi cukup baik dengan harga luar biasa melegakan kantong. Dua belas ribu rupiah saja.

Harus gw akui dari segi plot dan tata bahasa Sudut Mati lebih baik, bukti bahwa Tsugaeda berkembang dalam aktivitas kepenulisannya *sotoy*. Tapi mengingat genre thriller dikalangan penulis Indonesia masih sangat jarang (versi novel yang gue baca dan koleksi) maka Rencana Besar tetap berada pada kelompok buku yang akan gw rekomendasikan kepada orang-orang.

Beberapa bab awal Rencana Besar berkisah tentang penyidikan awal Makarin terhadap 3 suspect, Reza, Riffad dan  Amanda atas dugaan penyelewangan dana 17 M di UBI, Universal Bank of Idonesia. Penyidikan atas ketiga orang tersebut justru menggiring Makarim kepada peristiwa yang lebih besar. Pembunuhan berencana terhadap salah seorang karyawan UBI beberapa tahun yang lalu, Ayumi Pratiwi.

Dalam kancah perpolitikan institusional *entah tepat entah tidak istilah ini* seseorang atau sekelompok orang sengaja ‘dibungkam’ karena ia atau mereka mengetahui terlalu banyak. Ayumi Pratiwi memang berhasil dibungkam, namun kemungkinan Ayu telah mewariskan ‘informasi’ kepada tiga anak didiknya mengudara.

Kepada siapa? Siapa dari ketiga orang tersebut yang mengetahui rahasia besar ini? Riffad, ketua serikat buruh yang frontal dan provokatif terhadap management UBI? Reza sang pemikir handal? atau Amanda, karyawan berprestasi yang terlihat sangat loyal kepada perusahaan?


Beberapa bab awal ini memang agak datar, namun menjasi semakin menarik dengan perkembangan penyidikan Makarim. Menurut gw ke-3 tokoh yang dijadikan suspect terlihat tidak imbang. Riffad terlihat lebih dominan dan mempunyai karakteristik yang lebih menarik perhatian pembaca *yaitu gw* dibandingkan 2 rifalnya.

Amanda dan Riffad diciptakan oleh penulis sebagai kutub yang berlawanan. Amanda dari golongan loyalis perusahaan sementara Riffad dari kolongan Patriot, yang menginginkan perubahan. S

ayangnya, Amanda hanya diceritakan sebagai seorang karyawan berprestasi, tidak ada bagian yang menunjukan bahwa Amanda mampu menggerakan orang-orang yang loyal kepada perusahaan. Sehingga lagi-lagi Riffad menjadi terlalu menonjol.

Dalam kisah-kisah thriller konspirasi (tulisan atau film), pemirsa memang digiring untuk menduga salah satu tokoh sebagai tersangka dan efek thrilling muncul ketika dugaan pemirsa tersebut salah.

Dalam Rencana Besar, gw rasa Tsugaeda berusaha keras agar pembaca menduga Riffad-lah pelakunya. Usaha yang terlalu keras inilah yang menyebabkan karakter Amanda dan Reza kurang digarap dengan baik. Bayangkan ketika ketiga tokoh ini digarap dengan kekuatan yang sama.

Reza, seorang pemikir dan mempunyai kemampuan taktis meski tidak mempunyai dukungan massa, tentu bisa menghasilkan kekacauan yang super massive.

Amanda dengan semua kepintaran dan loyalitas terhadap perusahaan tentu mampu menarik simpati dan role model bagi karyawan-karyawan yang lebih menginginkan jenjang karir, kesusksesan diusia muda. Ia punya kesempatan menjadi pemimpin gerakan bawah tanah atas 27.500 orang karyawan UBI karena hanya 2.500 orang yang berteriak lantang dibawah komando Riffad.

Tapi secara keseluruhan, seperti yang gw bilang diatas. Buku ini layak untuk disampaikan kepada teman-teman untuk dibaca. Ingat versi asli ya, jangan bajakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s