[MOVIE] NEGERI VAN ORANJE

Bagi saya pribadi Negeri Van Oranje lebih tepat disebut sebagai panduan hidup di Belanda bagi pemula dibandingkan sebagai sebuah novel tentang persahabatan yang dibumbui percintaan.

Berbagai tips tinggal, mengurus dokumen, menggunakan transportasi publik hingga bekerja paruh waktu dapat dijumpai dalam dialog/monolog ke-5 tokoh utamanya.

Jadi ketika berita Negeri Van Oranje akan difilmkan, saya berjanji untuk menyaksikannya di bioskop. Terus terang, fokus utama saya adalah visualisasi Belanda itu sendiri. Untuk bagian persahabatan, percintaan, komedi saya sudah merasa cukup dengan apa yang saya baca (berkali-kali).

Negeri Van Oranje versi film mennggunakan alur maju mundur. Sebuah permulaan apik karena prolog Lintang tentang ia jatuh cinta kepada salah seorang sahabatnya akan mematik pertanyaan ‘siapa?’ dibenak pemirsa. Sebuah misteri yang dapat diselesaikan dengan menonton film sampai menit terakhir.

Kisah berlanjut menuju masa kelimanya terjebak di sebuah stasiun, saling berkenalan hingga akhirnya menjadi sahabat baik.

Tiga dari empat laki-laki jatuh cinta pada wanita yang sama sementara sang wanita jatuh cinta pada laki-laki keempat. Jika Negera Van Oranje berfokus pada jalan cerita maka kondisi cinta -entah harus disebut segi berapa- ini akan menciptakan drama yang super pelik. Wong cinta segitiga saja konfliknya udah kayak perang dunia.

Nyatanya dalam versi novel pun, konflik percintaan segi banyak ini memang tidak diceritakan terlalu rumit. Ketiga laki-laki saling mengetahui persaingan diantara mereka dan perperangan tidak pernah terang-terangan. Ketiganya sibuk merebut perhatian Lintang dengan cara masing-masing.

Dan si wanita tidak pernah sadar bahwa ia sedang menjadi pusat kehidupan tiga laki-laki. Ia sibuk dengan pusat kehidupannya sendiri.

Kebanyakn scene di Negeri Van Oranje versi film menyajikan Belanda sesuai dengan bayangan saya, bonus Praha. Itulah yang membuat film ini tetap menarik bagi saya pribadi. Menjelajahi bangunan bersejarah bersama Daus, menikmati keindahan Pantai Scheveningen dari Balkon apartemen Geri, menikmati kebersahajaan Wageningen berama Wicak, keramaian Rotterdam bersama Banjar. Ditambah festival kanal dan kunjungan ke taman bunga Keukeunhof, semua wisata Belanda secara visual diperoleh dalam 90 menit.

Kalau pun ada yang ingin saya sampaikan kepada pihak rumah produksi adalah :

1. Tambahkan sedikit masalah agar kehidupan 5 anak muda ini tidak terkesan lagi liburan ke Belanda. Misal, Banjar yang harus pontang-panting kerja paruh waktu demi bertahan hidup perlu ditambah porsinya.
2. Perang dingin diantara ketiga laki-laki perlu dimunculkan agar kesan ‘adem’ tidak terlalu kuat. Bagaimana mungkin 3 laki-laki menyukai perempuan yang sama namun mereka tampak tenang-tenang saja.  Beneran pada cinta apa nggak sih?

Dia Febrina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s