I am nobody but Ron Weasley

pfpzb1pzgxpbo

Siapa yang berani menggugat kelayakan Harry Potter mendapatakan satu kursi di asrama Gryffindor? Jauh sebelum ia menyadari bahwa hidupnya adalah sebuah pertarungan panjang dengan Lord Voldemort, Harry dengan berani menyampaikan pendapatkan kepada topi seleksi. Ia tidak ingin ditempatkan di asrama Slytherin. Bisa jadi sepanjang sejarah dunia sihir hanya Harry yang pernah melakukan negosiasi tersebut.

Begitu pula dengan Hermione. Muggle dengan keahlian merapal matra, meramu serum, dan menguasai sejarah dunia sihir lebih baik dari anak yang lahir dari keluarga penyihir. Bukan hanya jenius ia selalu satu langkah lebih maju dalam urusan perencanaan. Saking cermatnya hingga Ron sering tidak habis pikir, kapan dan bagaimana Hermione melakukan persiapan.

Berbicara tentang Ron, saya harus mengakui bahwa ia adalah tokoh idola saya. Saya menyukai kekacauan kecil yang ditimbulkan Ron karena salah merapal mantra. Saya tersenyum geli menyaksikan kikuknya Ron menghadapi perempuan yang ia taksir. Saya ikut gemas melihat Ron yang tak kunjung menyadari perasaannya terhadap Hermione dan malah berpacaran dengan perempuan lain, bahkan saya merayakan sisi manusia Ron yang putus asa dalam usahanya membantu Harry Potter ketika berusaha menemukan Horcrux.

Terlalu sering memperhatikan Ron membuat saya berfikir, mengapa Ron yang tidak seperti seheroik Harry dan tidak sejenius Hermione tergabung di asrama Gryffindor?

Ron takut laba-laba. Bukan maksud saya menyatakan bahwa seorang Gryfindor dilarang mempunyai ketakutan. Hanya saja, rasa takut Ron terhadap laba-laba apalagi tidak dikisahkan penyebab yang menimbulkan trauma, terasa begitu ‘kecil’. Semua kekurangpiawaian Ron dalam merapal mantra dan membuar ramuan seolah menjadi pertanda bahwa Ron tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri, bagaimana ia akan menjadi pahlawan bagi orang lain?

Jangankan saya, Ron pun sempat merasa dirinya bukan siapa-siapa sebelum akhirnya meninggalkan Harry dan Hermione. Meskipun pada akhirnya ia kembali kepada kedua sahabatnya. Melanjutkan perjuangan mereka.

“He must have known I’d want to leave you.”
“No, he must have known you would always want to come back.”
J.K. Rowling, Harry Potter and the Deathly Hallows

Oh iya, ketika ia berada di tingkat dua Hogwarts, Ron memutuskan untuk menemani Harry mengikuti kumpulan laba-laba menuju Hutan Terlarang. Laba-laba kecil tersebut justru menggiring Ron berhadapan dengan laba-laba berukuran raksasa.

Bagi yang terlupa, Ron menjadi memandu pertandingan catur dengan pion-pion raksasa. Tidak hanya menjadi menyusun taktik, Ron juga tanpa ragu mengorbankan dirinya sendiri dengan demikian, pertarungan tersebut dapat mereka menangkan.

Ya, ia bukan siapa-siapa. Ia hanya seorang Ronald Weasley yang rasa-rasanya tidak pantas menjadi anggota asrama Gryffindor. Tidak sepiawai Harry dalam bertarung, tidak sejenius Hermione namun Ron justru mempunyai karakteristik dasar yang hanya dimiliki oleh seorang Gryfindor. Kemampuannya melawan rasa takut dan kekecewaan atas dirinya sendiri, rela berkorban, setiakawan, bahkan meski terdengar mengeluh ia tetap turut menyelemat Malfoy yang hampir dilalap api.

Saya rasa itulah yang membuat Ron Weasley sangat menarik. Ia memperlihat sosok lain dari seorang pahlawan. Bukan seseorang yang selalu menjadi pusat perhatian, melainkan seseorang yang berhasil memanangkan pertarungan dengan dirinya sendiri.

“Longbottom, if brains were gold, you’d be poorer than Weasley, and that’s saying something.”
J.K. Rowling, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone


Tulisan ini disertakan dalam Gramedia Blogger Competition November 2015

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s