[Terios] Menelusuri Jejak Sang Penari

Enam orang perempuan berdiri membentuk dua barisan dengan formasi yang memungkinkan penonton untuk menyasikan mereka tanpa tumpang tindih. Pinggul sebelah kanan, sengaja ditekuk sehingga pinggul yang berlawan tampak lebih tinggi. Dipadukan dengan gerakan jemari yang lentik, mereka membentuk sebuah keindahan.

Sepasang mata mereka menatap lurus ke arah kamera. Rasa-rasanya sulit menebak rentang usia dari sebuah potret yang dibuat kelabu. Apalagi menelaah apa yang berusaha mereka sampaikan lewat raut dan ekspresi wajah. Mengapa begitu sulit menemukan sebuah senyuman pada potret tersebut?  Padahal mereka akan jauh berkeliling hingga ke pelosok nusantara.

Mereka adalah perempuan Dayak yang wajahnya diabadikan pada uang kertas pecahan dua ribu rupiah yang dikeluarkan tahun 2009.

Gambar diambil di sini

Meski tidak ada satu catatan resmi, kuat dugaan saya potret keenam perempuan Dayak diatas berasal dari Desa Pampangan. Desa Pampangan terletak 20 KM dari kota Samarinda. Hanya diperlukan 40 menit perjalanan darat ke arah Bontang. Tentu petualangan menuju Desa Pampangan akan lebih menarik jika menggunakan Terios.

Memasuki Desa Pampangan, pengunjung akan disambut oleh gapura selamat datang. Memasuki kawasan Desa Pampangan, pengunjung akan menemukan beberapa perempuan mengenakan pakaian yang sama dengan perempuan pada uang kertas.

Memadukan atasan tanpa lengan dengan kain yang dililitkan membentuk rok. Tidak lupa ikat kepala yang dilengkapi dengan ornamen bulu pada bagian belakang . Hanya saja, warna asli pakaian tersebut bukan abu-abu, melainkan dominasi Hitam, Kuning dan Putih.

Gambar diambil di sini.

Konon katanya warna-warna tersebut mencirikan bulung Enggang. Burung yang dianggap suci dan keramat tersebut mempunyai paruh berwarna kuning, bulu badan berwarna hitam dan bagian ekor yang berwarna hitam-putih. Tidak hanya pada pakaian adat, Burung Enggrang juga menjadi inspirasi motif ukiran, serta kerajinan yang bisa dijadikan souvenir khas Desa Pampang.

Konon katanya lagi, suku Dayak Kenyah yang menghuni Desa Pampang dahulunya  berdomisili di wilayah Kutai Barat dan Malinau. Mereka memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahiran sekitah tahun 1960 lantaran tidak ingin bergabung ke wilayah Malaysia. Mereka hidup berpindah-pindah selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan menetap di desa Pampang dan melanjutkan kebudayaan yang mereka bawa serta.

Salah satu kebudayaan yang menjadi daya tarik pengunjung adalah tarian adat Dayak. Pertunjukan tari adat Dayak hanya diselenggarakan setiap hari minggu pukul 14.00 waktu setempat. Bertempat di rumah Lamin. Sebuah bangungan terbuka dengan bentuk memanjang dan langit-langit tinggi. Dibangun dengan bahan utama kayu layaknya rumah adat nusantara lain. Pada beberapa titik, dinding rumah Lamin dihiasi dengan menggunakan ukiran-ukiran khas Dayak.

Pada jadwal yang telah ditetapkan, pengunjung disuguhkan tarian selamat datang sebagai pembuka. Ada kalanya gerakan para penari bertempo cepat biasanya tarian seperti ini adalah tarian yang berkisah tentang kebahagian, mungkin berkisah tentang masa panen atau keriangan muda-mudi.  Pada kesempatan lain, tarian mempunyai tempo lebih lambat. Ada pula tarian dengan gerakan menyerupai gerakan beladiri, biasanya tarian seperti ini berkisah tentang perperangan dan/atau kesatria.

Para penari tersebut berasal dari berbagai kalangan usia. Mulai dari kanak-kanak, remaja hingga warga yang lebih senior. Tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki. Warga senior mengambil porsi tarian dengan tempo yang lebih pelan sementara penari laki-laki berpartisipasi dalam tarian yang menggunakan gerakan-gerakan bela diri. Kanak-kanak biasanya diberi kesempatan membawakan tari pembuka, mungkin untuk membawa keceriaan.

Mereka menari dengan penuh keceriaan. Bibir mereka senantiasa mengulum senyum. Bahkan ketika meladeni ajakan foto bersama para pengunjung. Hal ini menyisakan satu tanya dalam benak saya, mengapa uang kertas pecahan dua ribu rupiah malah memunculkan sebuah potret kelabu? Sendu?


Tulisan ini disertakan dalam lomba menuli blog Terios 7 Wonders WIld Adventure.

collage_20150820220500922

collage_20150820220548206

twitter

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s