Kesatria

Tulisan ini disertakan dalam tantangan #FiksiLaguku oleh @KampusFiksi.


“Apa yang kau pikirkan?”

“Mengira-ngira siapa yang hadir dipemakamanku kelak,” Ia tertawa kecil.

Aku tidak menemukan sisi humor dari jawabannya barusan. Tangan kiriku perlahan mendekati dada, ribuan jarum baru saja menghujami jantungku. Rasanya aku bisa bertahan dengan rasa perih ini, selama ia tetap hidup.

Seorang perawat mendekatiku. Mengelus lembut pergelangan tanganku sebelum menyuntikan sesuatu.

Kami hidup dari plasenta yang sama selama sembilan bulan. Ia membiarkan aku lahir lebih dulu, seperti seorang kesatria, ia berjaga dari belakang. Sekarang ia bergerak maju, ketika sebuah pedang terhunus ke jantungku.

“Aku sudah menghisap ganja sejak umur kita belasan tahun. Tuhan hanya menyisakan jantungku yang tetap berfungsi normal.” katanya lirih, mengulurkan tangan kearahku.

“Dan sejak lahir, Tuhan memberiku jantung yang tidak sempurna”

Aku menggapai tangannya. Selanjutnya, gelap.


Terinspirasi oleh lagu 24 by Jem

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s