[Review] Ender’s Game

Gue nggak terlalu suka dengan film dengan tema alien. Karena kebanyakan film bertema Alien menempatkan Alien sebagai tokoh antagonis yang datang menginvasi bumi, sedangkan manusia selalu menjadi tokoh protagonis dan heroik. Terlalu mainstream.

Namun, menyaksikan Ender’s Game, harus gue akui rasa tertarik gue tidak berkurang, meski film ini sudah gue tonton berkali-kali.

Pertama, Ender’s Game lebih fokus kepada proses menemukan strategi terbaik untuk mempertahankan diri dan memenangkan pertempuran.

Anak-anak terbaik di bumi, direkrut untuk menjalani pelatihan di sekolah pertempuran. Mereka dipersiapkan untuk menjadi pahlawan yang nantinya harus menyelamatkan bumi dari serangan Alien.

Kedua, pola pikir Ender Wiggins. Serangan Alien pertama ke bumi datang 50 tahun yang lalu. Tentu saja anak terbaik bumi kala itu berhasil mengggalkan invasi Alien ke Bumi. Namun segala sesuatu tetap harus dipersiapkan untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, jika Alien kembali menyerang.

Ender beserta timnya menjalankan serangkaian simulasi perperangan dengan koloni Alien. Tanpa ia ketahui, simulasi terakhir ternyata benar-benar dilakukan di planet tempat Alien berdiam. Ender tidak pernah menyangka keberhasilan misi yang ia fikir sebuah simulasi adalah sebuah proses pembunuhan masal terhadap Alien. Hal ini bertentangan dengan hati nurani Ender.

Lima Puluh tahun berselang sejak serangan pertama, bumi tidak pernah mendapatkan serangan susulan, bagaimana mungkin misi penghancuran harus dilakukan hanya karena prinsip ” menghancurkan atau dihancurkan”


Sejak lama saya selalu bertanya-tanya, mengapa film tentang Alien selalu menjadikan topik Alien datang ke Bumi karena sebuah misi penjajahan atau kudeta. Padahal yang sebenarnya terjadi, manusia Bumi berlomba-lomba menciptakan terkhnologi teranyar dan termutakhir untuk menemukan planet selain bumi yang bisa ditempati suatu saat kelak.

Dari kacamata para Alien, bukankah kita yang datang menginvasi planet mereka? Bisa jadi memang kita saja yang terlalu angkuh dan mereka para Alien datang untuk membuat perhitungan atas kerusakan yang kita lakukan di planet mereka.

Film ini, pada bagian akhir (ketika Ender melakukan misi terakhir yang ternyata sebuah pertempuran asli) terlihat bagaimana manusia punya insting untuk tampil heroik. Hanya berdasarkan kemungkinan untuk dihancurkan, manusia memilih untuk melakukan penyerangan lebih dulu.

Pada awalnya, sebuah angkatan bersenjata memang didirikan untuk mempertahankan dan membela diri suatu bangsa, namun ketika kekuatan tersebut cukup kuat, mereka punya kecenderungan untuk menguasai bangsa lain.

Menghalalkan semua cara. Mengatasnamakan kedamaian. Lalu apakah kita benar-benar sedang menciptakan sebuah kedamaian? Atau sebuah perang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s