[Movie] Philomena

Philomena

Melahirkan anak diluar hubungan pernikahan bisa jadi sebuah dosa besar, lalu dimanakah dosa memperjual-belikan anak manusia seharusnya ditempatkan? Sebelum atau setelah dosa perzinaan?

Film ini berkisah tentang kenaifan Philomena Lee. Gadis muda Irlandia yang tidak pernah mengetahui bahwa dalam tubuhnya terdapat sel telur yang akan bertransformasi menjadi bayi manusia ketika di buahi.

Melahirkan anak diluar pernikahan adalah sebuah dosa dan menurut para biarawati, rasa sakit sepanjang proses persalinan adalah bentuk usaha menggugurkan dosa tersebut.

Philomena menyerahkan pengasuhan anak laki-lakinya, Anthony, kepada pihak gereja. Hingga menginjak usia dua tahun, Anthony diadopsi oleh sebuah keluarga dari Amerika Serikat.

Lima puluh tahun kemudian, Philomena dengan bantuan Martin berusaha menemukan jejak Anthony. Pihak gereja berdalih bahwa semua dokumen adopsi Anthony lenyap dalam sebuah kebakaran besar, kecuali surat pernyataan yang ditandatangani oleh Philomena, yang menyatakan bahwa Philomena menyerahkan pengasuhan anaknya kepada gereja dan tidak akan berusaha mengetahui keberadaan anaknya di masa depan.

Pencarian Philomena berlanjut hingga akhirnya ia menemukan fakta bahwa Anthony sudah berganti nama menjadi Michael Hess, seoramg pengacara senior dan pegawai kepresidenan pada masa Reagen dan Bush dan seorang gay. Kenyataan pahit lainnya adalah Anthony/Michael juga melakukan pencarian yang sama kepada pihak gereja. Sayang sekali ia tidak pernah mendapatkan informasi mengenai ibunya dari pihak gereja bahkan hingga ia meninggal akibat AIDS.

Anthony/Michael berwasiat kepada pacarnya agar ia dimakamkan di gereja tempat ia dilahirkan sebab ia berharap suatu hari Philomena akan menemukannya.

****

Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata Philomena yang terlebih dahulu sudah dituliskan oleh Martin Sixmith. Isu utamanya pencarian seorang ibu terhadap anaknya, dengan isu sampingan perdagangan anak di Irlandia beberapa puluh tahun yang lalu oleh pihak gereja.

Meski isu yang diangkat dekat dengan unsur dramatic, sejujurnya film ini tidak menuntut cucuran air mata.

Menurut saya pribadi, Philomena ‘terllauberiman’ sehingga ia membunuh insting manusiawinya sendiri. Philomena menjalani persalinan dengan peralatan seadanya dengan kondisi posisi bayi sungsang. Ia yakin (sebagaimana yang dikatakan para biarawati) bahwa rasa sakit adalah penggur dosanya. Ia berusaha tidak berburuk sangka kepada pihak gereja yang selalu berdalih jika ia berusaha mengetahui informasi tentang keberadaan anaknya. Bahkan ketika akhirnya ia mengetahui bahwa pihak gereja sengaja menutupi informasi dari ia dan anaknya, Philomena tetap memaafkan mereka.

Martin menjadi sisi manusia (dan kebetulan dia Atheis) dalam kisah ini, menyeimbangkan Philomena yang ‘malaikat’.

Terus terang, bagian menarik dalam film phenomena menurut saya adalah bagian ketika kahirnya Philomena kembali ke gereja setelah mengetahui bahwa Anthony dikebumikan di sana. Martin dengan sisi manusianya, tidak memapu menahan kemarahan kepada pihak gereja yang telah menyembunyikan (kemungkinan) banyak informasi tentang ibu kandung dan anak adopsi mereka. Kira-kira beginilah dialognya

Martin : I am Angry

Philomena : It must be exhausting

Philomena bahkan memutuskan untuk memaafkan pihak gereja meski ia mengakui itu bukanlah satu hal yang mudah. Philomena tidak ingin hidup dalam kebencian, karena seperti yang ia katakan. Kemarahan, kebencian hanya memicu kelelahan. Ujungnya adalah ketidakbahagiaan.

***

Film ini sudah lama ada di laptop gue dan kebetulan baru ditonton hari ini, beberapa hari setelah gue mencanangkan the happines project. Bukankah pada satu hal yang kebetulan terdapat sebuah sistem yang terukur?

Tuhan seolah memberi petunjuk bahwa untuk menjadi bahagia, gw harus mengurangi sifat marah dan turunannya seperti ngedumel, update status kesel di medsos dll.

Kayaknya sih gitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s