“Saya hanya ingin didengar”

Gambar diambil di sini

Saya bisa saja berdalih tidak menyaksikan pemberitaan seputar Marshanda belakangan ini, faktanya saya mengetahui point-point pemberitaan tersebut dan tidak terlalu tertarik, hingga menyaksikan Marshanda di Just alvin dua hari yang lalu.

Dalam wawancara tersebut, Marshanda tidak hanya mengungkapkan kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir. Mau atau tidak, Marshanda juga harus berkisah tentang apa yang terjadi 4-5 tahun sebelumnya. Waktu ketika perilaku ‘aneh’ Marshanda muncul ke publik untuk pertama kalinya. Ketika itu, tim doker memvonis Marshanda mengidap Bipolar.

Beberapa orang terdekat Marshanda juga didatangkan dalam wawancara tersebut. Salah seorangnya dengan sangat yakin mengatakan bahwa Marshanda tidak mengidap Bipolar setelah menyaksikan keseharian Marshanda. Marshanda tidak pernah menjadi orang lain. Marshanda hanya menjadi dirinya sendiri, tidak sekalipun jiwa yang lain mengambil alih tubuhnya.

Saya tidak berinteraksi langsung dengan Marshanda, saya tidak bisa memberi penilaian secara awam apalagi secara profesional apakah Marshanda benar-benar mengidap Bipolar atau tidak. Namun, sebagai pemirsa, saya menangkap kejujuran dalam setiap pernyataan dan tawa Marshanda sepanjang wawancara tersebut. Apa yang disampaikannya adalah sesuatu yang ia rasakan, sesuatu yang ia yakini.

“Saya hanya ingin didengar” ~Marshanda, Just Alvin”

Dalam sebuah perbincangan di dunia Maya salah seorang teman saya menulis bahwa ia kasihan dengan anak Marshanda, korban tidak langsung dari permasalahan yang dihadapi oleh Marshanda saat ini. Teman saya tersebut juga menuliskan ‘Children comes first’.

Sepanjang suguhan wawancara Marshanda di Just Alvin, Marshanda muncul sebagai seorang anak. Ia yang sekarang seorang ibu pun sejatinya adalah anak . Setiap anak membutuhkan orang tua ketika masa-masa sulit itu hadir, begitu juga Marshanda. Dalam acara yang sama, marshanda bercerita bagaimana ia hanya membutuhkan sebuah pelukan, sebuah belaian lembut Sang Ibu, di suatu hari di tahun 2009, sayang sekali dua hal tersebut tidak ia dapatkan.

Bisa jadi, ketika ia kecil, Marshanda tidak mendapatkan apa yang disebuat oleh salah seorang teman saya tersebut children comes first.

Seorang anak bisa menjadi orang tua yang lebih baik dengan meniru atau tidak meniru orang tuanya. Namun seorang anak tidak pernah mampu memiliki apa yang tidak diberikan oleh orangtuanya.

“Tapikan, mana ada orang tua yang bisa berbuat jahat terhadap anaknya sendiri?”

Semua orang tua yang baik memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Hanya saja, setiap orang tua masa kini merupakan hasil bentukan kondisi internal dan eksternal mereka di masa lalu. Dalam rentang masa lalu dan masa kini selalu ada perubahan nilai, satu hal yang kadang luput disadari oleh orang tua.

Ketika saya kecil, ketika saya mengadukan sudah dipukul salah seorang guru di sekolah karena lupa mengerjakan PR, saya akan mendapatkan omelan tambahan dari Ibu. Ibu saya membenarkan tidakan sang guru. Sekarang, memukuli seorang anak di sekolah bisa dilaporkan sebagai tindakan kejahatan. Hukuman fisik dirasa tidak lagi relevan dalam mendidik seorang anak.

Seorang anak yang dibesarkan oleh orangtua yang buruk, bisa tumbuh menjadi orang tua yang baik dengan meninggalkan apa yang orang tuanya pernah lakukan. Namun, sesuatu yang didapatkan seorang anak dari orang lain, tidak akan bernilai sama jika hal tersbeut ia diberikan oleh orang tuanya.

Pelukan dan tepukan lembut di punggung yang diberikan oleh suaminya tidak akan pernah mampu menggantikan apa yang tidak Marshanda dapat dari ibunya.

Saya tidak sedang mencari dan menunjuk siapa yang benar,siapa yang salah. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya pikirkan tentang Marshanda secara jujur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s