[Review] Negeri Van Oranje

Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, Rizki Pandu Permana

Penyunting : Gunawan B.S.

Penerbit : Bentang Pustaka

ISBN : 978-602-291-036-7

Harga : Rp 54.000,-

Sumber : Web Bentang Pustaka

=================

Saya pertama kali membaca novel ini sekitar 5 tahun yang lalu. Meminjam dari seorang teman, kemudian jatuh icnta. Ketika Bentang Pustaka menerbitkan kembali, saya tidak punya alasan untuk tidak memilikinya apalagi beberapa bulan terakhir saya memang sedang mencari banyak informasi tentang Belanda.

Menurut saya, novel ini bisa dibilang semacam guide book for overseas student in Netherland.

Pertama

Kelima tokoh menempati lima kota yang berbeda di belanda. Lintang di Leiden, Geri di Den Haag, Wicak di Wagenigen, Banjar di Rotterdam dan Daus di Utrecht. Perbedaan domisili kelimanya, penulis mempunyai banyak kesempatan untuk menjelaskan masing-masing kota yang ditempati oleh para tokoh, mulai dari landmark, tempat nongkrong, gaya hidup, makanan hingga jalur transportasi. Semuanya digambarkan dengan sangat detail. Belum lagi, sisipan festival-festival yang dihadiri para tokoh selama di Belanda. Menambah referensi dan ‘nyata’ kisah yang dituliskan dalam negeri van oranje.

Kedua

Melalui konflik yang dihadapi oleh para tokoh, penulis menyampaikan semacam guidelines untuk pendatang di Belanda. Misal melalui kisah Banjar yang kehabisan uang dan menyebabkan ia harus menemukan pekerjaan paruh waktu, pembaca bisa mendapatkan informasi mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat bekerja paruh waktu di Belanda. Dari kisah WIcak mencarikan kontrakan bagi salah seorang adik temannya, pembaca mengetahui bagaiman cara menemukan tempat tinggal yang sesuai dengan budget di Belanda. Ada juga kisah Daus mengurus ijin tinggal. Dan masih ada puluhan tips lain yang diselipkan penulis.

Ketiga

Novel ini tidak hanya memberikan pencerahan kepada pembaca tentang Belanda itu sendiri. Namun juga menggelitik sisi nasionalisme dan idealisme para tokoh – mungkin pembaca juga-. Ada suatu quote bagus -saya lupa mendapatkan quote ini dari mana- , kira-kira bunyinya begini:

” Kamu tidak akan mengetahui bahwa kau mencintai negerimu, jika belum meninggalkannya”

Ketika seseorang meninggalkan negerinya, cepat atau lambat ia akan menemukan hal-hal yang ia cintai dari negerinya. Satu hal yang selama ini tidak terlihat karena yang ia ketahui tentang sebuah negara, sebuah bangsa hanya tempat ia tinggal.

Kelima tokoh pada akhir-akhir masa tinggal mereka di Belanda mulai dibenturkan dengan pertanyaan kembali atau tidak ke Indonesia? Bagaimana mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh untuk bangsa dan negara? Kembali ke negeri sendiri atau mendapatkan nama besar di neeri orang lain? Mungkin ini menjadi masalah yang dihadapi banyak mahasiswa yang belajar di luar negeri.

Bonus Track

Sebagai bonus, penulis menambahkan kisah percintaan antar tokoh sehingga kehidupan mereka tidak berkutat dengan pengerjaan tesis dan paper saja. Satu kondisi yang juga menguji persahabatan kelimanya

Super Bonus Track

Bagian keempat tokoh mejelajahi beberap negara di sekitar Eropa. Loh kok cuma empat? Tokohnya kan ada lima?

Mau tau? Makanya baca sendiri. 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s