[Review] The Book Thief

 

Film ini berkisah tentang Liesel, seorang gadis kecil yang diadopsi oleh keluarga Hubermann, setelah ia dipisahkan dari Ibunya yang seorang komunis. Liesel tidak bisa membaca apalagi menulis, sehingga ia menjadi bahan olok-olok teman sekelasnya.

Liesel belajar membaca dari Hans Hubermann. Hans juga mempersiapkan dinding ruang bawah tanahnya sebagai kamus yang bisa ditulisi oleh Liesel dengan kata-kata baru yang ia temui.

Dalam sebuah proses pembakaran buku oleh para pendukung Hitler, Liesel yang mempunyai ketertarikan sendiri terhadap kata-kata, mengambil sebuah buku yang belum sepenuhnya terbakar dari tumpukan api yang mulai padam. Kejadian tersebut dilihat oleh seorang perempuan yang tidak lain adalah istri seorang Jendral dan langganan ibu angkat Liesel. Ibu angkat Liesel adalah seorang tukang cuci.

Pada suatu kesempatan, Liesel diminta oleh ibunya mengantar pakaian yang telah di cuci ke rumah Jendral. Istri sang Jendral mengajak Liesel ke dalam perpustakaan pribadinya, dimana ratusan judul buku terpajang rapi. Liesel diperbolehkan datang dan membaca buku tersebut kapan ia kehendaki. Hanya saja, keberadaan Liesel di rumahnya, tidak disukai oleh sang jendral, sehingga Liesel diusir dan ibu Liesel pun kehilangan satu pelanggannya. Padahal mereka baru saja kedatangan seorang tamu rahasia.

Max adalah seorang anak dari keluarga Yahudi. Hans menyembunyikan Max di ruang bawah tanah karena ia pernah berhutang budi kepada ayah Max semasa perang.

Jika Hans adalah orang yang mengajarkan Liesel membaca maka Max adalah orang yang menemukan bakat Liesel untuk menulis. Pada awalnya Max hanya meminta Liesel menjadi ‘reporter cuaca’ karena Max harus tetap bersembunyi agar tidak ditemukan oleh tentara Nazi. Namun kemudian Max menghadiahi Liesel sebuah buku, sebuah diary ketika menyadari bahwa Liesel punya bakat khusus dalam merangkai kata-kata.

Rudy adalah teman yang dikenal Liesel jauh sebelum kehadiran Max. Ayah Rudy harus mengikuti wajib militer. Kesamaan nasib ini, membuat Rudy dan Liesel tidak menyukai Hitler. Namun siapalah kedua kanak-kanak ini. Mereka tetap harus ikut berbondong-bondong menuju pengungsian ketika ada peringatan serangan udara. Mereka mungkin tidak paham apa makna perang yang sebenarnya. Mereka hanya tahu satu hal bahwa Hitler membuat mereka harus hidup terpisah dengan orang tua mereka.


Ada banyak hal yang saya sukai dalah film ini.

Pertama adalah persahabatan Liesel dan Rudy. Rudy langsung menawarkan diri untuk menjadi teman bagi Liesel. seorang pendatang. Tawaran pertemanan yang akhirnya membawa keduanya menjadi sahabat baik. Rudy bahkan menjaga rahasia Liesel tentang keberadaan Max.

Bagian manis dari Rudy adalah ketika ia mengetahui kebiasaan Liesel ‘meminjam’ buku dari perpustakaan Jendral kemudian menggelari Liesel ‘The Book Thief’. ❤

Kedua Liesel mempunyai dua orang hebat. Orang hebat pertama mengajarinya membaca, orang hebat kedua menunjukan bakat Liesel dalam merangkai kata. Saya iri dengan lembar halaman-halaman kosong yang dibuat Max dan dihadiahkannya kepada Liesel. saya juga iri dengan dinding yang disediakan Hans untuk dijadikan sebagai kamus bagi Liesel. [Saya berencana melakukan hal yang sama nanti untuk sanak saya, menghadiahinya Wall Dictionary]

Ketiga adalah bagian ketika Max dan Liesel mengolok-olok Hitler dengan berandai-andai ibu hitler mengirimminya surat. Dalam andai-andai tersebut, keduanya membayangkan ibu hitler memarahi HItler karena berbuat kacau, karena model rambutnya, karena kumisnya dan lain sebagainya. Saya juga suka bagian ketika Rudy dan Liesel meneriakan kebencian mereka terhadap Hitler disebuah danau. Lihat! Mereka bertiga hanya anak-anak korban ambisi seorang pemimpin.

Keempat. Ah tonton sendirilah filmnya. Nggak rugi kok.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s