[Review] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared

Penulis : Jonas Jonasson

Penerjemah : Marcalais Fransisca

Penyunting : Ade Kumalasari

Penerbit : Bentang Pustaka

ISBN : 978-602-291-018-3
Harga : Rp 59.000,-

Kakek-kakek ini tentu bukan orang biasa. Itulah kesan pertama saya ketika saya menemukan buku ini di timeline @bentangpusataka. Beberapa hari kemudian saya sudah berada di depan kasir dengan sebuah buku berkover hijau yang berkisahkan tentang seorang kakek satu abad yang bernama Allan Karlsson.

Allan memutuskan kabur melalui jendela kamarnya di sebuah Rumah Lansia tepat beberapa menit sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus tahun digelar. Ia tidak mempunyai satu tujuan pasti, ia hanya mengikuti kata hatinya. Termasuk ketika hatinya berkata, bahwa Allan harus membawa koper abu-abu yang dititipkan seorang pemuda. Koper tersebut dititipkan ketika Allan sedang menunggu bus pertama yang meninggalkan terminal.

“Ketika kau sudah hidup terlalu lama, akan mudah sekali bertindak semaunya “

Pelarian Allan yang pada awalnya hanya sebuah keputusan spontan, justru menjadi penuh petualangan. Koper yang ‘dibawa’ Allan bersamanya tersebut ternyata memuat uang tunai senilai 50.000 kron milik geng Never Again. Anggota geng tersebut, tentu saja tidak akan membiarkan Allan membawa pergi uang milik mereka begitu saja.

Dalam pelariannya Allan bertemu dengan Julius seorang pencuri ulung, Benny anak muda yang (nyaris) mempunyai banyak gelar akademik , Gunilla perempuan dengan peliharaan seorang gajah betina. Mereka semua pada akhirnya menjadi teman-teman baru Allan.

Ketika Allan seratus abad saja begitu menarik, silahkan bayangkan sendiri bagaimana kehidupan Allan muda. Allan adalah seorang anak laki-laki yang hanya bersekolah hingga tahun ketiga yang mempunyai ketertarikan penuh terhadap bahan peledak. Kemampuan Allan dalam merakit bahan peledak inilah yang pada akhirnya membawa ia bertemu dengan tokoh-tokoh kenamaan yang berada di balik peristiwa besar dunia.

Pengetahuannya tentang bahan peledak bukan hanya membantu ilmuwan yang kesulitan menstabilkan reaksi nuklir sebuah bom dengan kekuatan ledakan sangat besar, tetapi juga membuatnya bersahabat dengan Harry Truman. Dan pada saat yang bersamaan menyebabkan hancurnya kota Hiroshima dan Nagasaki.

Selain dengan Harry Truman, Allan juga mengenal baik Jendral Franco, berdansa bersama Stalin, melarikan diri dari penjara dengan Herbert Eistain dan mendapatkan hadiah liburan dari Chiang Kai-shek.

Menelusuri kehidupan Allan muda, membuat saya berkali-kali mempertanyakan fakta sejarah. Benahkan Allan ada dibalik semua peritiwa besar dunia kala itu? Apalagi ketika petulangan Allan mulai menyusup ke ‘sejarah’ Indonesia.

Benarkan Herbert Einstain menikahi seorang gadis Bali ? Benarkan Soeharto mengangkat Amanda Einstain yang tidak berpendidikan tinggi sebagai duta besar Prancis dan Allan muda sebagai penterjemahnya? Benarkan Yudhoyono pernah mengirimkan utusan utuk bertemu Allan ketika Allan Seabad kembali ke Indonesia? Untuk keperluan proyek nuklir?

Penulis memang hanya sedikit berkisah tentang Indonesia, namun ia mengambil bagian yang cukup menjelaskan Indonesai dan birokrasi yang mencintai uang.

“Indonesia adalah negara dimana segalanya mungkin,” kata Allan setelah menyuap petugas bandara agar dapat memberinya ijin untuk mendarat (ilegal).

Selain mengundang rasa penasaran, fiksi berlatar sejarah ini ditulis dalam sebuah cerita ringan sehingga jauh dari kata membosankan. Bahkan spontanitas dan pernyataan-pernyataan Allan kerap mengundang rasa geli. Namun saya menyayangkan kisah Allan ini dicetak dalam lembaran-lembaran kertas tipis berwarna abu-abu, mirip kertas koran, sehingga butuh kehati-hatian ekstra untuk membalik halamn demi halaman. Kertas buku ini terlalu rapuh sehingga mudah robek.

 


 

Buku ini disertakan dalam Lomba Review The 100-Year-Old Man yang diadakan Bentang Pustaka.

ini The 100-Year-Old Man saya, mana punya kamu?

mtf_XNkOu_117

Advertisements

One thought on “[Review] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s