Sejauh Apa Cinta Bisa Mengubahmu?

Meski judul posting kali agak-agak sedikit filosofis, sebenarnya isinya tidak akan lebih dari ceracauan saya tentang Bennedict.

Ya! Beberapa hari yang lalu gue ikut lomba blog yang (kalau menang) hadiahnya adalah liburan ke inggris GRATIS. Mupeng nggak tuh? Mupeng lah, apalagi salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah Baker Street 221 B. Makin mupeng nggak tuh? Mupeng abis lah.

Nah iseng aja gitu gue nyeletuk “kalau gue jalan-jalan ke inggris dan ketemu sama Bennedict, gue mau makan ikan selama sebulan.”

Apa anehnya?

Ya nggak aneh kalo situ biasa makan ikan. Sedangkan gue, bukannya nggak bisa makan ikan, cuma nggak doyan dengan duri-durinya yang suka bikin keselek, baunya anyir yang lekat di tenggorokan.

Gue rela makan nasi sama sayur doang kalau pilihan lauknya cuma ikan.

Nah! Sejak mengutarakan janji tadi, mendadak otak gue mulai mengira-ngira bagaimana ya rasanya makan ikan tiap hari. Dari mengira-ngira jadi penasaran. Dan hari minggu yang lalu gue coba makan ikan gurame. Syaratnya cuma satu, Guramenya harus super duper garing, jadi bau amisnya berkurang.

Komentar gue setalah makan gurame : hmm not bad. Nggak seburuk yang gue kira selama ini.

Dan tahukan kalian, barusan gue makan gurame lagi. Masih belum berani makan ikan yang basah, macam ikan bakar atau olahan ikan laut. kayaknya masih hueekk… anyir.

Lihat! gue bahkan belum menang lomba, belum ke inggris tapi berangan-angan bertemu Bennedict saja bisa bikin gue makan ikan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s