Pergi

Gambar diambil di sini

Saya selalu ingin menjadi orang yang bsia melewatkan detik-detik perpisahan. Jika yang pergi adalah seseorang yang berarti dalam kehidupan saya, maka saya membenci rasa kehilangan . Ketika yang pergi bukan seseorang yang penting bagi saya, saya jengah berpura-pura sedih.

Bercerita tentang pergi, beberapa hari teraakhir suasana di tempat saya berkerja cukup heboh. Sebenarnya saya berkali-kali melihat orang pergi dan datang di tempat saya bekerja. Namun, jika yang pergi dalam jumlah yang cukup banyak dalam waktu yang hampir bersamaan, semua orang yang ditinggalkan tentu akan bertanya, mengapa?

Mengapa ia pergi? Mengapa saya tetap tinggal? Apa yang lebih baik di luar sana? Apa yang kurang baik di dalam sini?

Jika pergi disempitkan pada satu kata resign maka pergi selalu dikaitkan dengan sesuatu yang buruk ‘di sini’ dan sesuatu yang lebih baik ‘di luar’ sana.

Namun, kenyataannya,

“Seseorang pergi, belum tentu karena menemukan yang lebih baik, bisa jadi karena kehabisan alasan untuk tetap tinggal”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s