Attitude

Attitude.

Saya menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan perkara ini beberapa hari terakhir.

Dalam penilaian kinerja awal tahun ini, Si Bos menggaris bahawahi beberapa kekurangan saya yang sebaiknya saya ubah. Pertama adalah respon terhadap klien yang kurang sigap. Kedua tentang sikap saya yang kurang bersahabat dengan orang-orang yang memang tidak terlalu saya sukai.

Saya tidak kan menyampaikan pledoi untuk kedua hal diatas. Karena memang begitulah adanya. Saya memang tidak terlalu sigap menanggapi email dari klien. Saya juga tidak bisa ‘berbasa-basi’ dihadapan orang yang menurut saya BASI.

Terkait dengan kekurangan nomor dua, beberapa orang teman saya pun terkadang merasa saya kurang punya basa-basi. Misal, salah seorang teman saya menawarkan makanan kepada saya, biasanya ketika saya memang tidak ingin (biasanya karena sudah kenyang, atau sudah terlalu malam untuk makan) mulut saya secara spontan berucap NGGAK.

Bagi sebagian orang ini terdengar tidak menghargai. Bagi saya ini sebuah kejujuran.

Pembicaraan tentang attitude berlanjut seminggu yang lalu, ketika dalam acara #kampusfiksi, Pak Edi, CEO Divapress Group, berbicara tentang penulis yang beratittude.

” Saya lebih suka bekerja sama dengan penulis baru tapi berattitude daripada penulis senior tapi tidak berattitude,” kira-kira seperti itulah perkataan beliau ketika itu.

Ketika itu saya mengangguk-angguk. Saya juga bersikap baik kepada orang-orang yang juga bersikap baik kepada saya.

Peduli bagong, situ keren kalau ngomong mulutnya nggak disekolahin, ke laut aja sonoh.

Namun, semakin saya merenung tentang attitude, semakin saya melihat bahwa semua tersebut adalah sebuah kontradiksi.

Misal, ketika saya bersikap cuek terhdap seseorang yang  menurut saya menyebalkan, dari sisi saya dialah yang attitudenya tidak baik. Setiap kali mampir cuma buat menyebut-nyebut kekurangan saya di depan umum. Tapi dari sisi dia, sayalah yang berattitude kurang baik, tidak mengacuhkan setiap kemunculannya, bahkan kerap bermuka masam.

Saya akan mengakhiri tulisan saya disini. Karena saya belum menemukan kesimpulan ini. Masih terjadi adu pendapat dalam benak saya akan hal ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s