London, Napaktilas Sherlock Holmes

Pernah nonton film Midnight in Paris? Ituloh film yang mengisahkan tentang seorang Gil Pender, seorang penulis yang dalam perjalanan pulang menuju hotel dalam keadaan mabuk. Di sebuah jalanan kecil di kota Paris, tepat tengah malam, Gil dilewati oleh sebuah mobil ‘antik’ dan beberapa orang di dalamnya yang juga ‘antik’. Gil menerima undangan mereka untuk bergabung dan tanpa disadarinya, ia telah menjalani perjalanan lintas waktu. Kembali ke masa tahun 1920, masa banyak penulis besar hidup. Salah satunya adalah Hemingway.

benedict_cumberbatch_by_crusnik_o2-d4mq378.png

Sebuah Napaktilas.

Kira-kira seperti itulah saya membayangkan interaksi antara saya, London dan Sherlock Holmes.

Tempat pertama yang paling melekat dengan Sherlock tentu saja Baker Street 221B, sebuah bangunan yang sekarang dijadikan museum oleh pemerintah Inggris karena dianggap mempunyai “special architectural and historical interest”.

Setiap penggemar Sherlock tentu pernah membayangkan berdiri di seberang Baker Street 221 B, menunggu kesempatan menyaksikan Sherlock dari balik jendela di lantai 2 atau mendengarkan alunan biola yang dimainkannya untuk membantunya berfikir.

Menikmati sarapan di Speedy Cafe, sambil menunggu Sherlock muncul dari balik pintu Baker Street 221 B dengan mantel yang kerahnya ditegakan dan topi konyol yang justru membuatnya terkenal.

Saya juga terkadang juga membayangkan menyusuri jalanan utama kota London, berbelok menuju jalanan yang lebih sempit hingga berakhir di liukan gang-gang kota London. Seperti Gil Pender, pada sebuah persimpangan, tepat tengah malam, saya dan Sherlock berpapasan. Saya diangkat sebagai asisten dadakan, membantu mengumpulkan petunjuk-petunjuk, membentuk sebuah hipotesa.

Ia mungkin akan mengkritik langkah kaki saya yang pendek-pendek, napas saya yang tersengal-sengal juga tentang kemampuan sberfikir saya yang nyaris nol besar.

Namun, Sherlock bukan hanya tentang Baker Street 221. Setiap sudut kota London begitu lekat dengan Sherlock.

Tidak ada satu orang pun yang paling mengenali seluk beluk kota London kecuali Sherlock Holmes

Buckingham Palace?

Pada saat menyaksikan prosesi pergantian penjaga istana, dalam benak saya akan berkelebat bayang salah seorang penjaga istana yang pernah menjadi klien Sherlock. Tidak hanya dari kalangan penjaga, salah seorang pejabat tinggi Buckingham Palace pun pernah meminta bantuan Sherlock. Mungkin saya akan tersenyum simpul ketika berhadapan dengan kemegahan Buckingham Palace, teringat bagaimana Sherlock berkeras hati tidak akan berganti pakaian hanya karena petugas istana menjemput paksa dirinya dan ketika itu masih terlalu pagi. Benak saya dipenuhi bayangan Sherlock yang memasuki Buchingham Palance hanya dengan berbalut bed cover putih.

Big Ben?

Ini adalah tempat Moriaty mengirimkan pesan ancaman kepada Mycroft, saudara kandung Sherlock. Ketika itu Sherlock terperdaya dan justru menjadi orang yang memecahkan kode rahasia yang dipersiapkan Mycroft untuk mengelabui Moriaty.

Cardif Central Libary? China Town? Under Waterloo Bridge?

Bukan hanya ditiga tempat tersebut. Semua tempat punya kesempatan yang sama untuk mengingatkan saya kepada Sherlock Holmes. Petunjuk itu ada dimana-mana. Kasarnya, ketika engaku meninggal di London, maka Sherlock Holmes bisa jadi akan muncul di TKP, selama penyebab kematianmu bukan seseatu yang ‘boring’ menurut Sherlock.

Ya! Bagi kebanyakan orang kegilaan Sherlock pada kasus membuat ia terlihat seperti Psycopath. Namun Sherlock menyebut dirinya a high-functioning sociopath. Terbukti dengan aksinya meloncat dari atap St Bartholomew’s Hospital. Sherlock menciptakan kematian palsu demi menyelamatkan orang-orang yang dicintainya dari teror Moriaty.

Sherlock, dia akan melakukan hal penting untuk orang-orang yang dianggapnya penting

Jangakan semua tempat ternama tersebut, berdiri di depan resto degan tulisan halal di bagian kacanya pun akan membuat saya teringat kepada Sherlock. Pada hari ia kembali dari kematian, Sherlock sempat mengalami pertengkaran dengan Watson. Salah satu tempatnya adalah di depan sebuah resto dengan label halal pada kaca jendela.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s