Lelah

Gambar diambil disini

Siapa bilang malam hadir untuk mengusir lelah? Kau hanya perlu menoleh ke kanan atau ke kiri hanya untuk membuktikan bahwa hal itu adalah salah.

Wanita yang tengah hamil memegangi pinggang dan berdiri semakin dekat dengan petugas bus, berharap ia mengumumkan bahwa seorang ibu hamil baru saja masuk dan membutuhkan tempat duduknya.

Gadis muda dengan bulu mata lebat dan lentik -sayang palsu- tergeletak di sudut, terlelap. Riasan dan kulit yang seputih susu cukup untuk memaafkan mulutnya yang sedikit terbuka. Itulah harga yang  ia terima untuk bangun lebih awal dan merias wajahnya.

Perempuan penyuka tidur dan kulit wajah berminyak karena tidak sempat berhias (tidur larut-bangun terlambat-mandi kilat) bergelantungan, menghadap deretan remaja yang sibuk memperhatikan layar ponsel. Meski remaja, mereka tetap saja jauh dari tawa.

Meski matahari bersinar sedikit lebih terik seminggu terakhir,bukankah ini masih pagi?? Tapi mengapa semua wajah justru terlihat lelah?

Tidak, bukan malam yang menyembuhkan lelah.

Siapa bilang malam hadir untuk mengusir lelah? Kau hanya perlu menoleh ke kanan atau ke kiri hanya untuk membuktikan bahwa hal itu adalah salah.  Atau kau hanya perlu menatap bayangan dirimu sendiri di cermin. Ketika kau menghembuskan napas berat, ketika itulah engkau mengetahui bahwa….. kita sudah lelah sejak pagi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s